π₯Άπ
B. BENTUK DIAGRAM HUBUNGAN ANTAR-ENTITAS
Dalam era global saat ini, sistem informasi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suatu organisasi. Sistem informasi menghasilkan keluaran (output) dengan menggunakan masukan (input) dan berbagai proses yang di perlukan untuk memenuhi tujuan tertentu dalam suatu kegiatan manajemen. Setiap organisasi sudah pasti selalu mengelola berbagai macam data yang berhubungan dengan pekerjaannya. Maka, organisasi akan membutuhkan basis data atau yang lebih di kenal dengan sebutan database untuk menyimpan, mengakses, maupun mengelola data-data tersebut.
1.Diagram Entitas
Pada awalnya , Entity - Relationship Model ( ERM ) dalam rekayasa perangkat lunak pada representasi data yang abstrak dan konseptual . Entity - Relationship menjadi salah satu metode pemodelan basis data yang digunakan untuk menghasilkan skema konseptual dengan jenis atau model data semantik yang sistemnya memiliki basis data relasional . Kemudian , model tersebut menghasilkan pula ketentuan yang bersifat top - down . Secara umum , entitas identik dengan suatu objek yang dapat didefinisikan dalam lingkungan pengguna seperti pelanggan , pegawai , dan lain - lain . Jika entitas X adalah entitas pegawai maka entitas X memiliki atribut - atribut dari pegawai ( NIP , nama , alamat , dan nomor telepon ) . Sebaliknya , jika entitas Y adalah entitas pelanggan maka entitas Y memiliki atribut - atribut dari pelanggan ( id_pelanggan , nama ) . Oleh karena itu , kita harus membedakan entitas sebagai bentuk umum dari deskripsi tertentu dan isi entitas seperti X dan Y.
Diagram untuk menggambarkan model Entitiy - Relationship disebut Entitiy - Relationship Diagram ( ERD ) . ERD bersama - sama dengan detail pendukung merupakan model data yang pada gilirannya digunakan sebagai spesifikasi untuk basis data . Entity - Relationship Diagram ( ERD ) merupakan teknik yang digunakan untuk memodelkan kebutuhan data dari suatu organisasi . Teknik tersebut biasanya dilakukan oleh seorang sistem analis dalam tahap analisis persyaratan proyek pengembangan sistem . Seperti teknik diagram atau alat peraga memberikan dasar untuk rancangan basis data relasi , maka basis data tersebut mendasari sistem informasi yang dikembangkan .
2. Simbol Entitas
Entity-Relationship Diagram (ERD) pada dasarnya adalah sketsa yang memvisualisasikan keterkaitan (relationship) antara entitas (enity) satu dengan entitas yang lainnya. Dengan adanya E-R Diagram, seorang perancang dapat mengekspresikan struktur logis dari sebuah basis data dengan sederhana dan jelas. Dalam E-R Diagram, ada 3 bentuk mendasar, yaitu persegi untuk mempresentasikan entitas, elips untuk mempresentasikan atribut, dan garis untuk mempresentasikan hubungan. Selain itu, bentuk tersebut di kembangkan lebih lanjut menjadi bentuk bentuk lain guna mempersembahkan sifat yang berbeda dari ketiga bentuk dasar. Kemudian, berikut adalah simbol-simbol yang di gunakan dalam E-R Diagram.
3.Atribut Entitas
Diagram E - R dapat dipergunakan untuk mendesain basis data . mendokumentasikan dan memahami basis data yang telah ada , serta mengubah proses data secara total . Dengan demikian , diagram E - R bukan hanya menunjukkan isi suatu basis data , tetapi juga secara grafis sebagai model suatu organisasi. Tiga komponen utama yang akan dibentuk dalam proses pembentukan ERD antara lain sebagai berikut.
a.Entitas
Entitas sebagai sebuah objek dapat dibedakan dari objek lainnya dengan diwujudkan dalam basis data . Misalnya , siswa , guru , kartu OSIS , dan buku tulis.
b.Hubungan
Suatu hubungan ( relasi / relationship ) identik dengan hubungan antara dua jenis entitas dan direpresentasikan sebagai garis lurus yang menghubungkan 2 entitas . Misalnya , siswa mendaftar sebagai anggota OSIS , maka relasinya adalah mendaftar.
c.Atribut
Atribut memberikan informasi lebih rinci tentang jenis entitas . Atribut memiliki struktur internal berupa tipe data. Jenis - jenis atribut antara lain sebagai berikut .
1) Atribut Key
Atribut Key identik dengan satu atau gabungan dari beberapa atribut yang dapat membedakan semua baris data ( Row / Record ) dalam tabel secara unik. Atribut ini dikatakan unik karena pada atribut yang dijadikan key tidak boleh ada baris data dengan nilai yang sama. Misalnya, Nomor Pokok Siswa Nasional ( NPSN ), NIS, dan nomor pokok lainnya.
2) Atribut simple
Atribut bernilai atomik, tidak dapat dipecah atau dipilah lagi . Misalnya , alamat , penerbit , tahun terbit, dan judul buku.
3) Atribut Multivalue
Atribut multivalue diterjemahkan sebagai nilai dari suatu atribut yang memiliki lebih dari satu ( multivalue ) nilai dari atribut yang bersangkutan. Misalnya , sebuah buku yang memiliki beberapa pengarang.
4) Atribut Composite
Atribut composite identik dengan suatu atribut yang terdiri atas beberapa atribut lebih kecil yang memiliki arti tertentu dan masih bisa di pecah lagi atau memiliki subatribut. Misalnya, entitas nama, yaitu nama depan, nama tengah, dan nama belakang.
5) Atribut Derivatif
Atribut yang tidak harus di simpan dalam basis data atau atribut yang di hasilkan atribut lain dari suatu relationship. Atribut ini dilambangkan dengan bentuk oval yang bergaris putus-putus.
4.Hubungan Antar-entitas
E - R Diagram dalam dunia pemrograman bisa diibaratkan dengan algoritma yang harus dibuat sebelum melakukan coding ( pengetikan kode - kode pemrograman ) termasuk di dalamnya untuk membangun sebuah basis data. Beberapa tahap yang harus dilalui dalam membuat E - R Diagaram di antaranya sebagai berikut.
a. Mengidentifikasikan dan menetapkan seluruh himpunan entitas yang akan terlibat.
b. Menentukan atribut - atribut dari setiap entitas.
c. Menentukan atribut primary key dari setiap entitas.
d. Menentukan relationship antar - entitas.
e. Menentukan atribut - atribut dari setiap relationship ( jika ada ).
f. Menentukan Cardinality Ratio.
g . Menentukan Participation Constraint.
Tahap - tahap implementasi ERD pada desain sistem informasi yang menggunakan model ER adalah menggambarkan kebutuhan atau jenis informasi yang akan disimpan dalam database. Teknik pemodelan data dapat digunakan untuk menggambarkan setiap ontologi, yaitu gambaran dan klasifikasi dari istilah yang digunakan dan hubungan antar - informasi untuk wilayah tertentu . Tahap berikutnya disebut desain logis, yaitu data dipetakan ke model data logis yang selanjutnya dipetakan lagi menjadi model fisik. Tahap kedua ini disebut desain fisik. Secara umum, metodologi ERD seperti gambar berikut.
5.Kardinalitas (Derajat Relasi)
Secara mendasar, kardinalitas hanya didefinisikan menjadi 3 kategori, yaitu 0 (tidak ada), 1 (satu), dan n (banyak). Kardinalitas menunjukkan jumlah maksimum entitas yang dapat berelasi dengan entitas pada himpunan entitas lain. Dalam hal ini, kardinalitas lebih merujuk pada hubungan maksimum yang terjadi dari himpunan entitas yang satu ke himpunan entitas lain dan sebaliknya. Misalnya, jumlah elemen himpunan jeruk, apel, pisang, mangga } adalah 4. Himpunan ( a , b , c , d ) juga memiliki elemen sejumlah 4. Artinya , kedua himpunan tersebut bisa dikatakan memiliki kardinalitas yang sama atau ekuivalen satu sama lain. Jumlah unsur dalam suatu himpunan dinamakan kardinal dari himpunan tersebut. Untuk menyatakan kardinalitas himpunan A, kita tuliskan notasi : n ( A ) atau | A |.
Perhatikan contoh berikut !
Diketahui Q = { x | x merupakan bilangan prima yang lebih kecil dari 10 ) , atau R = { 2 , 3 , 5 , 7 } maka | R | = 4. Sedangkan R = { a , { a } , { { a } } } , maka R = 3. Jika ada sejumlah n elemen dalam himpunan S di mana n adalah non-negative integer maka dikatakan bahwa S adalah himpunan terhingga dan n adalah kardinalitas dari S yang dinotasikan dengan S. Himpunan kuasa ( power set ) dari himpunan R identik dengan himpunan yang unsur - unsurnya adalah semua himpunan bagian dari R, termasuk himpunan kosong dan himpunan R sendiri. Himpunan kuasa dinotasikan oleh P ( R ). Maka , jumlah anggota ( kardinal ) dari suatu himpunan kuasa bergantung pada kardinal himpunan asal. Jika angka kardinalitas himpunan R adalah m, maka penulisannya menjadi | P ( R ) | = 2m .
Jenis - jenis kardinalitas adalah sebagai berikut.
a. Relasi Binary
Relasi binary atau biner merupakan relasi antara dua entitas. Relasi biner dibedakan sebagai berikut.
1) One to one ( notasi 1 : 1 )
Setiap entitas pada himpunan entitas X berhubungan dengan paling banyak satu entitas pada himpunan entitas Y. Begitu juga sebaliknya, setiap entitas pada himpunan entitas Y berhubungan dengan paling banyak satu entitas pada himpunan entitas X.
2) One to many ( notasi 1 : N )
Setiap entitas pada himpunan entitas X dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas Y. Namun tidak berlaku untuk sebaliknya , yaitu setiap entitas pada himpunan entitas Y berhubungan dengan paling banyak satu entitas pada himpunan entitas X.
3) Many to one ( notasi N : 1 )
Setiap entitas pada himpunan entitas X berhubungan dengan paling banyak satu entitas pada himpunan entitas Y. Namun tidak berlaku untuk sebaliknya , yaitu setiap entitas pada himpunan entitas X berhubungan dengan paling banyak satu entitas pada himpunan entitas Y.
4) Many to many ( notasi M : N )
Setiap entitas pada himpunan entitas X dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas Y. Hal ini berlaku untuk sebaliknya, yaitu setiap entitas pada himpunan entitas Y dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas X.
b. Relasi Ternary
Relasi ternary atau terner identik dengan relasi antara tiga entitas atau lebih. Dalam relasi one-to-one ( 1 : 1 ), setiap atribut dari satu entitas berpasangan dengan satu atribut dari entitas yang direlasikan. Kemudian dalam relasi one-to-many ( 1 : N ) atau many-to-one ( N : 1 ). satu atribut berelasi dengan beberapa atribut dari entitas yang direlasikan. Dalam many-to-many ( M : N ), satu atribut berelasi dengan beberapa atribut dari entitas yang direlasikan dan hal ini juga berlaku untuk sebaliknya.





.png)
Komentar
Posting Komentar