BAB 2
TEKNIK NORMALISASI DAN KELOMPOK PERINTAH DALAM BASIS DATA
A. TEKNIK NORMALISASI BASIS DATA
Normalisasi di lakukan sebagai uji coba pada suatu relasi secara berkelanjutan umtuk menentukan apakah relasi itu sudah baik, yaitu dapat di lakukan proses insert, update, delete, dan modifikasi pada satu atau beberapa atribut tanpa mempengaruhi integritas data dalam relasi tersebut. Dengan demikian, normalisasi di terjemahkan sebagai teknik analisis data yang mengorganisasikan atribut-atribut data dengan cara mengelompokan sehingga terbentuk entitas yang non-redundant, stabil, dan fleksibel.
1. Proses Normalisasi
Perancangan melalui proses normalisasi memiliki beberapa keuntungan, di antaranya meminimalkan ukuran penyimpanan yang di perlukan untuk penyimpanan data, meminimalkan kemungkinan anomali pembaruan, meminimalkan resiko inkonsistensi data pada basis data, dan memaksimalkan stabilitas struktur data. Maka proses normaliosasi identik dengan proses untuk memperoleh properti-properti skema relasi yang bagus menjadi bentuk normal lebih tinggi sehingga syarat-syarat yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut.
a. Mengoptimalisasi Redundansi (Pengulangan Data yang Tidak Perlu)
Redundansi tidak bisa di hilangkan karena berguna untuk integritas referensial, tetapi redundansi bisa dioptimalisasi.
b. Menghilangkan Anomali
Anomali pada dasarnya identik dengan ketidak-konsistenan (inkosistensi).
2. Anomali dan Redundansi
Proses normalisasi selalu di uji kesulitan saat menambah, menghapus, mengubah, dan membaca suatu bisnis data. Normalisasi adalah sebuah proses mengubah relasi yang memiliki masalah ke dalam dua tabel atau lebih sehingga tak memiliki maaslah yang terulang kembali.
a. Anomali (Anomaly)
Anomali identik dengan proses pada basis data yang memberikan efek samping yang tidak di harapkan. Anomali di kategorigan menjadi sebagai berikut.
1) Anomali Peremajaan (update)
Anomali ini terjadi bila pengubahan pada sejumlah tabel yang mubazir, tetapi tidak semua data diubah. Misalkan relasi burung yang mengandung data Nama,Alamat, dan Mt_pelajaran yang menyatakan identitas guru dan mata pelajaran yang diampu. hasilnya adalah tabel guru (Nama, Alamat, Mt_ pelajaran) sebagai berikut.
Seandainya guru Yohanna berpindah alamat, misalnya ke jl. bumi, dan pengubahan hanya dilakukan pada data pertama. Maka, relasi akan menjadi seperti berikut
Terlihat ada ketidakkonsisten. Fakta pertama, guru Yohanna beralamat di jl.bumi sedangkan fakta kedua guru Yohanna beralamat di jl.air
2) Anomali Penyisipan (insert)
Anomali ini terjadi ketika penambahan hendak dilakukan, ada elemen data yang masih kosong dan ternyata elemen tersebut menjadi kunci. Misalnya, sebuah relasi kursus berisi 3 atribut yaitu nama_siswa, nama_kursus, dan biaya sebagai berikut.
Relasi di atas menyatakan kursus-kursus yang diikuti oleh siswa dan jumlah biayanya. Masalah akan timbul saat dibuka kursus baru tetapi belum ada siswanya, misalkan bahasa Belanda dengan biaya 90.000 akibatnya, data kursus baru tersebut tidak bisa di catat.
3) Anomali Penghapusan (delete)
Anomali ini terjadi sekiranya suatu baris atau tupel dihapus dan akibatnya ada kata lain yang hilang. Dengan contoh kursus tersebut, apa yang terjadi jika nama_siswa Joko dihapus? Data yang menyatakan bahwa biaya kursus bahasa Perancis 125.000 akan hilang.
b. Redundansi
Faktor mendasar diperlukan normalisasi karena permasalahan redundansi (perulangan yang berlebihan). redundansi dapat menyebabkan pemborosan ruang penyimpanan dan konsistensi. Akibat lainnya adalah adanya anomali pada saat insert (simpan), update (edit/pembaruan), dan delete (hapus). Misalnya, NIM, Nama, dan alamat rumah yang sama ditulis berulang-ulang.
3. Dependensi (Ketergantungan)
Dependensi adalah konsep dasar pada tahap normalisasi yang menjelaskan hubungan atribut atau secara lebih khusus menjelaskan nilai suatu atribut yang menentukan atribut lainnya. Jenis-jenis dependensi (ketergantungan) antara lain sebagai berikut.
a. Dependensi Fungsional (Functional Dependency)
Dependensi fungsional identik dengan suatu atribut Y memiliki dependensi fungsional terhadap atribut X jika dan hanya jika setiap nilai X berhubungan dengan sebuah nilai Y. Maka, pernyataan adalah "X secara fungsional menentukan Y" atau secara istilah dengan



Komentar
Posting Komentar